Nyanyian Saijah untuk AdindaAdinda! Adinda!Aku dirampok orang di jalan.Mereka tikan perutku, punggungku dan leherku.Mereka rampas seluruh uang simpananku.Ya, Allah!Tinggal beberapa kilo dari kampong.Membawa sepuluh tahun kerinduan.Yang terbayang kini berkabut.Yang tergenggam kini luput.Adinda! Adinda!Kemiskinan telah memisahkan kita.Sepuluh tahun menahan dahaga asmaraAlangkah sulit cinta di zaman edan,di dalam hidup penuh ancaman.Semua hak dianggap salah.Tak punya apa-apa dianggap sampah.Alangkah hina orang yang kalah.Meskipun miskin tanpa dayaaku toh harus berupayakarena takut giladan dosa.Tapi kinisetelah kudapat rezekiku,aku tercampak ke dalam rawa.Gugur sudah harapan rinduku.Sia-sia jasadku menahan nyawa.Orang miskin dihabisi orang-orang miskin.Adinda! Adinda!Kamukah itu yang muncul dari kabut?Kusangka kamu, kusangka maut.Aduh, berahi diakhir hari!Badanku meregangwaktu wajahmu membayang.Mulutku kering oleh gairah nafsu.Tubuhmu telanjang di langit.Kelangkangku dibelai kupu-kupuTanganku menggapai, menggeenggam dadamu.Adinda!Seribu kunang-kunangmenghiasi rambutmu yang tergeraidan menyentuh mukakukarena tubuhmu turun dari langitmenghimpit tubuhku.Lalu kurasa lidahmumasuk ke dalam mulutku.Dan bersamaan dengan truk gandengyang lewat menderu,muncratlah air berahiku.Sesudah ituperlahan-lahanlenyaplah bayanganmubersama nyawaku.Depok I, 12 Januari 1991
Juni 28, 2013
nyanyian saijah untuk adinda
Aku tak tau apakah ini sebuah sajak nyanyian atau hanya sebuah puisi dari seorang saijah untuk istrinya Adinda. Aku mendapatkan dan mengutipnya dari sebuah sebuah naskah teater dengan judul "Saijah dan Adinda". Entah kenapa aku suka dengan tiap kata yang terkandung dalam baris dalam sajak-sajak tersebut. Mungkin aku akan menge-share disini dan kalian bisa memahami dan menghayati dari setiap isinya.
Juni 25, 2013
mari masuk dunia seorang melankolis :"
Entah apa yang saya rasakan, yang jelas banyak orang memanggil saya 'cowok melankolis', saya sendiri tak mengerti apa penyebab saya mendapat sebutan tersebut. Terakhir kali.. saya masih ingat mendapat panggilan 'cowok melankolis' ketika mendengarkan lagu Unintendednya Muse berulang-ulang kali. Apa orang yang mendengar lagu yang saya putar itu terlalu letih dan enek apa sampai-sampai bisa mengatakan hal itu. Sayapun tak tau apa arti sebenarnya dari melankolis, dan karena rasa penasaran yang terus menerus berulang saya berusaha mencari kata itu dan baru kali ini saya mencari definisi dari kata melankolis dan saya pikir itu memang kepribadian yang ada pada diri saya walaupun ada beberapa yang [tidak]. Tapi setidaknya sebelas duabelaslah bisa dikatakan #heuheu
Dan ini apa yang saya peroleh dari searching kesana kesini, stalking kesana kemari (letih juga ternyata :@), ini keunggulan dan kelemahannya seorang melankolis, mungkin jika kamu sudah mengenalku kamu akan tahu apa saja sifat yang ada pada diriku dan itu pasti tertera di tulisan dibawah itu :"
KEKUATAN :* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan
sekian saja postingan ini, maaf hanya mem-posting yang melankolis saja, karena ini duniaku dan dunia(mu) wahai melankonis-er
Langganan:
Postingan (Atom)