04-08-13
ya, kata-kata kalian membuatku terpaksa mem-flashback kembali masa lalu. seseorang inisial Z itu kembali menusukku. aku hanya bisa tersenyum mendengar cerita kalian tentangnya, tapi satu hal yang pasti aku masih merindukannya. Ruang kosong itu masih ada untuknya. Entah apa yang ada dalam pikiranku, tapi itu pasti dan tak bisa kupungkiri aku tersiksa tanpanya.
mungkin kalian bisa mengatakannya bahwa dia semakin gendut, tapi apapun itu, entah itu gendut, entah itu apalah, yang jelas itu takkan merubah rasa sayangku kepadanya. Nampaknya sedikit gila, alay, lebay atau apalah itu semacamnya, tapi yang jelas aku rindu dengan wajah dan senyum manis yang disiratkannya. 7A adalah awal kami berjumpa dan SMP itu adalah awal perpisahan kami berdua. Kini jarak telah memisahkan kami berdua, ya aku tak tau jodoh atau bukan, tapi aku adalah orang yang selalu mendengar keluh kesahnya, pendengar setia baginya, entah itu tentang lelakinya atau yang membuat sakit hatinya tapi ya aku cuman bisa menghibur atau membuatnya tenang
ah satu hal yang aku ingat "jika kau benar2 mencintainya, tak harus memiliki, setidaknya kamu-pun harus turut berbahagia jika dia berbahagia"
sudah. Aku bodoh sampai lupa akan hari kelahirannya. haha. tak masalah, selama itu aku belum berstatus apa2 dengan dia toh mungkin tak bermasalah kecuali suatu saat dia calon pendamping (saya) < kalau itu lain lagi ceritanya
sampai jumpa. salam hangatku untukmu pemilik 190794 :))
Agustus 05, 2013
Juli 16, 2013
MELAKONI PEMENTASAN YANG KETIGA
Ya inilah pementasan yang benar-benar saya merasa bebas dan merasa semua itu loss. naskah komedi yang memang mungkin trep di hati maupun di cara melakoninya. naskah yang berjudul "Becik Nitik Ala Pilara" yang disutradarai oleh Laily Maulidia ini sukses menghibur diri saya maupun penonton yang hadir di gedung pementasan yang bertepat di Aula Biologi Gedung III FKIP Universitas Jember. awalnya saya merasa tertekan selama proses latihan tapi entah kenapa waktu pementasan semua serba loss, atau all out-lah.
jadi mungkin ini jadi pembelajaran saya untuk memperdalam ke-aktor-an maupun bagaimana menjadi sutradara yang becik.
wes sakmene ae. titik ae seng tak tulis. wes kesel. ngantuk << efek maen naskah jowo-an. dadi keterusan wes.
Jember, July 16th, 2013 | 00.03 WIB
jadi mungkin ini jadi pembelajaran saya untuk memperdalam ke-aktor-an maupun bagaimana menjadi sutradara yang becik.
wes sakmene ae. titik ae seng tak tulis. wes kesel. ngantuk << efek maen naskah jowo-an. dadi keterusan wes.
Jember, July 16th, 2013 | 00.03 WIB
Juli 09, 2013
kesaksian bisu (PALSU)
kenapa kau terdiam ?
kenapa kau membisu ?
kenapa kau tak memberikan kesaksian itu ?
bukankah itu jelas di matamu ?
kau bohong terhadap waktu
kau bohong kepada tempat itu
kau seperti melintas waktu
dengan segelintir 'fulus'
yang licin dan masuk ke dalam dompetmu
menutup mulut dengan selembar kertas
berwarna merah dan terdapat gambar
ya, gambar, gambar presiden pertamamu
apa kau tak malu ?
membelokkan fakta yang ada
berfatamorgana diantara ratapan luka
tertawa diatas tumpukan duka
membisu layaknya batu
sudikah kau bertindak seperti itu ?
dimana otakmu, dimana akalmu ?
hei KAMU, ya KAMU !!
tak ayalnya sebuah binatang
SERIGALA BERBULU DOMBA
atau MUSUH DALAM SELIMUT
kapan bisa maju kalau masih ada
masih ada segelintir oknum sepertimu
Jember, July 09th 2013 -03:50
kenapa kau membisu ?
kenapa kau tak memberikan kesaksian itu ?
bukankah itu jelas di matamu ?
kau bohong terhadap waktu
kau bohong kepada tempat itu
kau seperti melintas waktu
dengan segelintir 'fulus'
yang licin dan masuk ke dalam dompetmu
menutup mulut dengan selembar kertas
berwarna merah dan terdapat gambar
ya, gambar, gambar presiden pertamamu
apa kau tak malu ?
membelokkan fakta yang ada
berfatamorgana diantara ratapan luka
tertawa diatas tumpukan duka
membisu layaknya batu
sudikah kau bertindak seperti itu ?
dimana otakmu, dimana akalmu ?
hei KAMU, ya KAMU !!
tak ayalnya sebuah binatang
SERIGALA BERBULU DOMBA
atau MUSUH DALAM SELIMUT
kapan bisa maju kalau masih ada
masih ada segelintir oknum sepertimu
Jember, July 09th 2013 -03:50
sajak yang tak (menentu)
Hanya menjalani seorang yang hidup normal, aku tak tau, tapi itu agak rancu bagiku
menitipkan salam walau itu tak pasti akan sampai atau tidak
angan-angan semu itu hanya mem-bully semua pikiranku
lari bukan jalan yang pasti tapi harus kulalui untuk membuka hidup yang tak kekal abadi.
namanya anggun bak pelangi di kala senja meneteskan airnya diiringi mentari yang tak tertutup oleh kelamnya warna kelabu awan di hari Rabu
sayu-sayu kudengar nyanyian dari suara wanita manis yang duduk disampingku
entah aku tak tahu, apa (dia) hendak menyindirku
warnanya biru, menandakan kelam dan dalamnya hatiku yang tak menentu
sama seperti warna favoritnya, aku dan dia sama
tapi yang kubingungkan kenapa kita sulit bersatu [?]
hentikan pertanyaan itu sebelum (kau) kulempar batu
entah, hujan ini tak menginginkan aku tuk mengenang masa laluku
ceria dan bahagia, tertawa bersama dengan kawan-kawan lama
apakah (kau) tak mendengar rintihan itu (?)
apakah (aku) yang sudah tua ini (agak) gila (?)
jawab pertanyaanku langit !
asaku menantikan jawaban yang tak pasti darimu !
atau kukubur saja cita itu untuk membangkitkan pertanyaan baru
Jember, July 09th 2013 - 03:29
Juni 28, 2013
nyanyian saijah untuk adinda
Aku tak tau apakah ini sebuah sajak nyanyian atau hanya sebuah puisi dari seorang saijah untuk istrinya Adinda. Aku mendapatkan dan mengutipnya dari sebuah sebuah naskah teater dengan judul "Saijah dan Adinda". Entah kenapa aku suka dengan tiap kata yang terkandung dalam baris dalam sajak-sajak tersebut. Mungkin aku akan menge-share disini dan kalian bisa memahami dan menghayati dari setiap isinya.
Nyanyian Saijah untuk AdindaAdinda! Adinda!Aku dirampok orang di jalan.Mereka tikan perutku, punggungku dan leherku.Mereka rampas seluruh uang simpananku.Ya, Allah!Tinggal beberapa kilo dari kampong.Membawa sepuluh tahun kerinduan.Yang terbayang kini berkabut.Yang tergenggam kini luput.Adinda! Adinda!Kemiskinan telah memisahkan kita.Sepuluh tahun menahan dahaga asmaraAlangkah sulit cinta di zaman edan,di dalam hidup penuh ancaman.Semua hak dianggap salah.Tak punya apa-apa dianggap sampah.Alangkah hina orang yang kalah.Meskipun miskin tanpa dayaaku toh harus berupayakarena takut giladan dosa.Tapi kinisetelah kudapat rezekiku,aku tercampak ke dalam rawa.Gugur sudah harapan rinduku.Sia-sia jasadku menahan nyawa.Orang miskin dihabisi orang-orang miskin.Adinda! Adinda!Kamukah itu yang muncul dari kabut?Kusangka kamu, kusangka maut.Aduh, berahi diakhir hari!Badanku meregangwaktu wajahmu membayang.Mulutku kering oleh gairah nafsu.Tubuhmu telanjang di langit.Kelangkangku dibelai kupu-kupuTanganku menggapai, menggeenggam dadamu.Adinda!Seribu kunang-kunangmenghiasi rambutmu yang tergeraidan menyentuh mukakukarena tubuhmu turun dari langitmenghimpit tubuhku.Lalu kurasa lidahmumasuk ke dalam mulutku.Dan bersamaan dengan truk gandengyang lewat menderu,muncratlah air berahiku.Sesudah ituperlahan-lahanlenyaplah bayanganmubersama nyawaku.Depok I, 12 Januari 1991
Juni 25, 2013
mari masuk dunia seorang melankolis :"
Entah apa yang saya rasakan, yang jelas banyak orang memanggil saya 'cowok melankolis', saya sendiri tak mengerti apa penyebab saya mendapat sebutan tersebut. Terakhir kali.. saya masih ingat mendapat panggilan 'cowok melankolis' ketika mendengarkan lagu Unintendednya Muse berulang-ulang kali. Apa orang yang mendengar lagu yang saya putar itu terlalu letih dan enek apa sampai-sampai bisa mengatakan hal itu. Sayapun tak tau apa arti sebenarnya dari melankolis, dan karena rasa penasaran yang terus menerus berulang saya berusaha mencari kata itu dan baru kali ini saya mencari definisi dari kata melankolis dan saya pikir itu memang kepribadian yang ada pada diri saya walaupun ada beberapa yang [tidak]. Tapi setidaknya sebelas duabelaslah bisa dikatakan #heuheu
Dan ini apa yang saya peroleh dari searching kesana kesini, stalking kesana kemari (letih juga ternyata :@), ini keunggulan dan kelemahannya seorang melankolis, mungkin jika kamu sudah mengenalku kamu akan tahu apa saja sifat yang ada pada diriku dan itu pasti tertera di tulisan dibawah itu :"
KEKUATAN :* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan
sekian saja postingan ini, maaf hanya mem-posting yang melankolis saja, karena ini duniaku dan dunia(mu) wahai melankonis-er
Langganan:
Postingan (Atom)